Dopamine
Ketika melakukan hal yang menyenangkan dan mudah bagian otak melancarkan sistem hormon yang mengeluarkan hormon dopamine, hal ini yang membuat kita merasa senang. Contoh ketika kita melakukan hobi seperti berolahraga, bermain game dll. Hal ini membuat kita merasakan rasa senang. Ketika tubuh kekurangan dopamine, kita sering kali di zaman sekarang mencari dopamine shot dengan cara yang instant seperti melakukan scrolling sosmed yang tiada akhir. Sosial media memang didesain untuk memberikan dopamine yang selalu mengalir dalam diri kita. Maka dari itu sering kali secara tidak sadar kita telah menghabiskan banyak waktu dengan sosial media. Waktu yang tidak terasa itu yang seringkali ditutupi oleh dopamine dan rasa senang yang dihasilkan oleh otak yang membuat kita seringkali lupa waktu karena keasyikan. Hal ini patut kita waspadai karena waktu yang terbuang dari sosial media menjadi waktu yang sia sia karena digunakan hal hal yang kurang bermanfaat. Sedang kan untuk efek instant yang didapatkan dari scroll social media yang kecenderungan menjadi reels/video video pendek mengakibatkan focus span kita menjadi sempit. Sadarkah kalian ketika sudah sering menggunakan aplikasi instagram atau tiktok menjadikan kita tidak tahan untuk menghadapi rasa bosan. Kita memilih untuk scrolling sosial media tersebut untuk membuang atau menghabiskan waktu dibanding seperti melakukan meditasi atau membaca buku. Hal ini tanpa kita sadari membuat kita terbiasa untuk melihat video video pendek dan tidak tahan dengan video yang cukup lama. Ini perlu kita waspadai karena dengan seringnya kita scrolling social media tanpa waktu yang terukur dapat menumpulkan fungsi otak dan ketahanan fokus kita. Sehingga kita merasa tidak nyaman untuk melakukan hal yang sama atau fokus pada satu hal dalam jangka waktu yang cukup lama.
Komentar
Posting Komentar